you're reading...
Berita

UU KOPERASI: Ada 7 tantangan implementasi

medium_626Logo Koperasi

Tujuh tantangan menghadapi gerakan koperasi Indonesia pada pasca kelahiran Undang-undang Perkoperasian Nomor 17 Tahun 2012 karena kelahiran undang-undang tersebut sempat menimbulkan kritisi dari masyarakat.

Agus Muharram, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, mengemukakan meski demikian pemerintah bersama lembaga gerakan koperasi lainnya harus bisa menghadapi tantangan itu agar Undang-undang Perkoperasian bisa diimplementasikan secara menyeluruh.

”Melalui forum ini, tantangan itu akan menjadi  mendorong semangat lebih besar bagi akselerasi pertumbuhan dan perkembangan gerakan koperasi di seluruh Indonesia,” katanya pada Rapat Kerja Dewan Koperasi Nasional (Dekopin) di Bandung.

Dengan demikian, di tengah tantangan itu koperasi Indonesia bisa semakin maju dan berkembang. Selainitu semakin besar peranannya mendukung pembagunan nasional. Dia meminta agar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dekopin dimaknai sebagai tahun kemandirian.

Terutama untuk mewujudkan menjadi koperasi yang besar, mandiri, kuat dan makmur sehingga lebih cepat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan, khususnya bagi anggota koperasi dan masyarakat sekitarnya.

Menurut dia, dengan tekad kuat dan kerja keras antara pemerintah bersama Dekopin sebagai mitra, akan mampu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perekonomian Indonesia. Oleh karena itu mari bersama memperkuat bangsa melalui pemberdayaan koperasi dan usaha mikro,kecil dan menengah (UMKM).

Dia berharap, seluruh peserta memiliki kesamaan pandangan menyukseskan program pemerintah yang berkaitan dengan pemberdayaan Koperasi dan UMKM yang bersentuhan langsung dengan potensi dan peran strategisnya yang telah terbukti mendukung kekuatan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan secara bersama adalah, sosialisasi terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 kepada masyarakat yang terkait dengan aspek nilai prinsip dan jati diri koperasi.

Kemudian konversi permodalan koperasi dari simpanan pokok menjadi setoran awal bersama dengan penerbitan sertifikat modal koperasi (SMKM). Pengalihan unit simpan pinjam koperasi menjadi koperasi simpan pinjam (KSP).

”Selanjutnya pembentukan Lembaga Penjamin Simpanan Koperasi (LPSK), dan perubahan anggaran dasar atas lahirnya undang-undang perkoperasian terbaru tersebut,” tukas Agus Muharram yang dihadiri Mantan Ketua Dekopin Adi Sasono dan Ketua Dekopin Nurdin Halid.

Sumber: Bisnis Indonesia

About ksualazhim

Koperasi Serba Usaha AL-AZHIM Palopo

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bio XTRA Pupuk Organik Cair

Masukkan alamat E-mail Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui E-mail.

Bergabunglah dengan 2 pengikut lainnya

Temukan Kami di Facebook

%d blogger menyukai ini: